BERITA

09  • 02
2018

Tag :

Invitation Tournament dan Tantangan Lalu Lintas Jakarta


INASGOC sebagai panitia pelaksana Asian Games 2018 selalu berupaya menciptakan lingkungan yang memadai bagi para partisipan. Ahmed Solihin, Kepala Deputi III INASGOC, memaparkan bahwa tantangan terbesar dalam ajang  Invitation Tournament ini adalah transportasi,  yang mencakup aspek kendaraan, traffic control, dan pengendalian penumpang.

“Yang terberat adalah traffic control, mengingat lalu lintas sehari-hari Jakarta yang selalu padat dan ditambah pelaksanaan Asian Games yang mendatangkan banyak tamu dari banyak negara,” ujarnya (9/12).

Guna menciptakan lalu lintas yang memadai, INASGOC yang bekerja sama dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan telah melakukan rekayasa lalu lintas, di antaranya pengawalan khusus, penggunaan jalur busway, dan  emergency line  di jalan tol. Pengecualian kendaraan-kendaraan panitia Asian Games dari peraturan-peraturan lalu lintas seperti ganjil-genap juga telah disepakati.

 “Peraturan yang berlaku dalam OCA adalah waktu maksimal perjalanan dari satu venue ke venue lain tidak melebihi 34 menit.  Tapi kalau sore hari, perjalanan dari satu venue ke venue lain bisa melebihi 40 menit karena lalu lintas padat. Hal inilah yang sedang kami upayakan agar tidak terjadi pada saat Games Times nanti.”

Pada Games Times 18-8-18, INASGOC akan mengusulkan kepada pemerintah agar sekolah-sekolah dapat diliburkan pada hari-hari tertentu dan mengurangi kurang lebih 25 persen heavy lalu lintas di sekitar venue-venue pertandingan.

 

Kepolisian dan Dishub Kooperatif dalam Pengaturan Lalu Lintas

Menyambut Asian Games 2018, INASGOC telah bekerja sama dengan pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan sejak tahun 2017 dengan mengadakan rapat-rapat koordinasi guna merencanakan pengaturan-pengaturan lalu lintas. Di lapangan, INASGOC besama Dishub, polantas, volunter bahu-membahu bekerja.

“Bahkan, untuk Games Times nanti Dishub dan Kemenhub telah menganggarkan dana untuk pengadaan transportation  service (sewa) bersama dengan INASGOC. Kita sharing sama-sama dalam budgeting terkait keperluan transportasi,” ujar Ahmed Solihin.

 

Peran Masyarakat

INASGOC bersama dengan para awak media bekerja sama melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait perubahan lalu lintas. Perubahan-perubahan lalu lintas yang ditetapkan selama Asian Games berlangsung diantaranya adalah penggunaan busway dan emergency line. Perubahan-perubahan ini harus disosialisasikan sedini mungkin agar masyarakat memahami dengan baik perubahan yang ada.

“Masyarakat harus aware bahwa Indonesia sedang mendapatkan ribuan tamu di Jakarta dan di Palembang. Indonesia harus menjadi tuan rumah yang baik. Masyarakat juga harus sedikit mengalah, di antaranya terkait perubahan kondisi lalu lintas yang tidak seperti hari-hari biasa."

ARTIKEL TERBARU

ARTIKEL LAINNYA

Tim Voli Putra Panggil 20 Pemain

Timnas bola voli putra terus mempersiapkan diri menghadapi Invitation Tournament yang akan digelar pada 8-15 Februari di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Persiapan dilakukan di Padepokan Bola Voli Sentul, Bogor,…

Sejarah Skateboarding, Olahraga Yang Jadi Bagian Dari Asian Games 2018

Kamu pasti memperhatikan akhir-akhir ini olahraga skateboarding kembali jadi tren di Indonesia. Di sudut jalanan kamu bisa berjumpa banyak penggelut olahraga ini bermain, dan maraknya terbentuk skatepark di Indonesia juga…

Renovasi Arena Asian Games 2018 Di GBK Diharapkan Selesai Akhir Tahun Ini

Jelang pertandingan Asian Games ke-18 di Indonesia, pemerintah Indonesia sedang membenahi berbagai arena olahraga, salah satunya adalah Komplek Olahraga Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Renovasi arena Asian Games 2018…

Mengintip Target Indonesia di Asian Games 2018

Kurang dari setahun Indonesia akan menyambut ajang bergengsi Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang pada tanggal 18 Agustus – 2 September 2018.  Indonesia juga sudah mengadakan…

BERITA

Invitation Tournament dan Tantangan Lalu Lintas Jakarta


28  • 08  • 2018
Tag :

INASGOC sebagai panitia pelaksana Asian Games 2018 selalu berupaya menciptakan lingkungan yang memadai bagi para partisipan. Ahmed Solihin, Kepala Deputi III INASGOC, memaparkan bahwa tantangan terbesar dalam ajang  Invitation Tournament ini adalah transportasi,  yang mencakup aspek kendaraan, traffic control, dan pengendalian penumpang.

“Yang terberat adalah traffic control, mengingat lalu lintas sehari-hari Jakarta yang selalu padat dan ditambah pelaksanaan Asian Games yang mendatangkan banyak tamu dari banyak negara,” ujarnya (9/12).

Guna menciptakan lalu lintas yang memadai, INASGOC yang bekerja sama dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan telah melakukan rekayasa lalu lintas, di antaranya pengawalan khusus, penggunaan jalur busway, dan  emergency line  di jalan tol. Pengecualian kendaraan-kendaraan panitia Asian Games dari peraturan-peraturan lalu lintas seperti ganjil-genap juga telah disepakati.

 “Peraturan yang berlaku dalam OCA adalah waktu maksimal perjalanan dari satu venue ke venue lain tidak melebihi 34 menit.  Tapi kalau sore hari, perjalanan dari satu venue ke venue lain bisa melebihi 40 menit karena lalu lintas padat. Hal inilah yang sedang kami upayakan agar tidak terjadi pada saat Games Times nanti.”

Pada Games Times 18-8-18, INASGOC akan mengusulkan kepada pemerintah agar sekolah-sekolah dapat diliburkan pada hari-hari tertentu dan mengurangi kurang lebih 25 persen heavy lalu lintas di sekitar venue-venue pertandingan.

 

Kepolisian dan Dishub Kooperatif dalam Pengaturan Lalu Lintas

Menyambut Asian Games 2018, INASGOC telah bekerja sama dengan pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan sejak tahun 2017 dengan mengadakan rapat-rapat koordinasi guna merencanakan pengaturan-pengaturan lalu lintas. Di lapangan, INASGOC besama Dishub, polantas, volunter bahu-membahu bekerja.

“Bahkan, untuk Games Times nanti Dishub dan Kemenhub telah menganggarkan dana untuk pengadaan transportation  service (sewa) bersama dengan INASGOC. Kita sharing sama-sama dalam budgeting terkait keperluan transportasi,” ujar Ahmed Solihin.

 

Peran Masyarakat

INASGOC bersama dengan para awak media bekerja sama melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait perubahan lalu lintas. Perubahan-perubahan lalu lintas yang ditetapkan selama Asian Games berlangsung diantaranya adalah penggunaan busway dan emergency line. Perubahan-perubahan ini harus disosialisasikan sedini mungkin agar masyarakat memahami dengan baik perubahan yang ada.

“Masyarakat harus aware bahwa Indonesia sedang mendapatkan ribuan tamu di Jakarta dan di Palembang. Indonesia harus menjadi tuan rumah yang baik. Masyarakat juga harus sedikit mengalah, di antaranya terkait perubahan kondisi lalu lintas yang tidak seperti hari-hari biasa."

ARTIKEL LAINNYA

Tim Voli Putra Panggil 20 Pemain

Timnas bola voli putra terus mempersiapkan diri menghadapi Invitation Tournament yang akan digelar pada 8-15 Februari di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Persiapan dilakukan di Padepokan Bola Voli Sentul, Bogor,…

Sejarah Skateboarding, Olahraga Yang Jadi Bagian Dari Asian Games 2018

Kamu pasti memperhatikan akhir-akhir ini olahraga skateboarding kembali jadi tren di Indonesia. Di sudut jalanan kamu bisa berjumpa banyak penggelut olahraga ini bermain, dan maraknya terbentuk skatepark di Indonesia juga…

Renovasi Arena Asian Games 2018 Di GBK Diharapkan Selesai Akhir Tahun Ini

Jelang pertandingan Asian Games ke-18 di Indonesia, pemerintah Indonesia sedang membenahi berbagai arena olahraga, salah satunya adalah Komplek Olahraga Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Renovasi arena Asian Games 2018…

Mengintip Target Indonesia di Asian Games 2018

Kurang dari setahun Indonesia akan menyambut ajang bergengsi Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang pada tanggal 18 Agustus – 2 September 2018.  Indonesia juga sudah mengadakan…